1. Urgensi Penelitian (30): a. Ketajaman perumusan masalah b. Inovasi pendekatan pemecahan masalah c. State of the art dan kebaruan d. Akurasi peta jalan (roadmap) penelitian 2. Metode (25): a. Akurasi metode penelitian b. Kesesuaian metode dengan waktu dan luaran 3. Referensi (15): a. Kebaruan referensi b. Relevansi dan kualitas referensi 4. Kelayakan penelitian (15): a. Relevansi kepakaran pengusul dengan tema proposal b. Kesesuaian penahapan penelitian dengan RAB 5. Peluang luaran penelitian (15): a. Publikasi ilmiah b. Pengembangan iptek-sosbud c. Pengayaan bahan ajar ================== Topik penelitian tidak mengacu pada topik penelitian Universitas Budi Luhur yaitu: Sains & Teknologi/ Energi & Lingkungan/ Pembangunan Bangsa & Industri Kreatif. =========== 4: Judul: Pengaruh Financial Technology, Locus of Control, dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa 1. Urgensi Penelitian tergolong rendah. 2. Rumusan masalah hanya menguji hubungan kausalitas. 3. Novelty dan State of of the art juga rendah, karena sudah banyak yang meneliti hal yang sama. 4. Populasi belum dinyatakan jumlahnya. 5. Anggaran biaya: a. B. Operasional Rp 3.200.000, seharusnya max 1.500.000 b. Honor Rp 2.750.000, seharusnya max 2.250.000 c. Total kelebihan anggaran = Rp 2.200.000 ============== 3: Persepsi Mahasiswa Program Studi Akuntansi Terhadap Dampak Artificial intelligence Pada Profesi Akuntan 1. Urgensi Penelitian tergolong rendah. 2. Rumusan masalah hanya menguji hubungan kausalitas. 3. Novelty dan State of of the art juga rendah, karena sudah banyak yang meneliti hal yang sama. 4. Pendekatan penelitian (dinyatakan) menggunakan Technology Adoption Model, namun dalam mengukur presepsi menggunakan Technology Acceptance. 5. Sampel tidak representatif, responden akan ditanya sesuatu hal yang dia tidak ketahui/ dia belum mengalami hal tsb: a. Mhs sebagai responden belum berpraktik/ berprofesi menjadi akuntan. b. Tidak/ belum ada mata kuliah Artificial intelligence di FEB UBL. 6. Populasi belum dinyatakan jumlahnya. 7. Anggaran biaya: a. B. Operasional Rp 3.200.000, seharusnya max 1.500.000 b. Honor Rp 2.750.000, seharusnya max 2.250.000 c. Total kelebihan anggaran = Rp 2.200.000 ============== 1: Struktur Modal Perusahaan Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia 2018-2022 1. Urgensi Penelitian tergolong rendah. 2. Rumusan masalah hanya menguji hubungan kausalitas. 3. Novelty dan State of of the art juga rendah, karena sudah banyak yang meneliti hal yang sama. 4. Pemilihan sektor industri kurang tepat, tidak representatif karena: a. Dalam rumus NDTS ada depresiasi, padahal tanah tidak disusutkan. b. Karakteristik Perusahaan Properti dan Real Estate adalah membeli tanah, mendirikan bangunan diatasnya dan menjualnya. Dalam SAK, Properti (tanah & Bangunan) yang utk dijual, diperlakukan sebagai investasi atau persediaan, sehingga tidak disusutkan. c. Pada Perusahaan Real Estate, sebelum rumah dibangun, pembeli harus membayar dahulu atau melakukan akad kredit, sehingga hak kepemilikan sudah berpindah. Jadi developer tidak dapat mengakui aset tersebut dan menghitung penyusutannya. 5. Anggaran biaya: a. B. Operasional Rp 2.000.000, seharusnya max 1.500.000 b. Honor Rp 5.000.000, seharusnya max 2.250.000 c. Total kelebihan anggaran = Rp 3.250.000 ============= 5: Peran Moderasi Keunggulan Bersaing terhadap Pembiayaan Berkelanjutan dan Kinerja Bank Umum Konvensional di Indonesia 1. Semakin meningkat Sustainable finance, semakin besar peluang terciptanya keunggulan bersaing. Tolong di cek ulang, apakah ada penelitian sebelumnya (Pengaruh/Hubungan) dari variabel independen terhadap variabel moderasi. Bila ada, keunggulan bersaing tidak dapat menjadi variabel moderasi. 2. Penelitian sebelumnya = belum disebutkan nama dan tahunnya. 3. Pengukuran kinerja perbankan pada penelitian ini menggunakan ROA, ROE yang biasa digunakan pada perusahaan non-bank. Khusus Bank memiliki penilaian tersendiri yang diatur oleh OJK yaitu RGEC. 3. Jumlah populasi, jumlah sampel, dan periode tahun penelitian belum disebutkan. 4. Jumlah Bank KBMI IV = 4 Bank, KBMI III = 13 Bank. Sehingga total sampel = 17 Bank. Biaya Collect Data (1,2 jt) + Honor pencari data (Rp 500 rb) = Rp 1.700.000 = terlalu mahal. 5. Anggaran biaya: a. Data penelitian Rp 1.200.000 bukan merupakan B. Operasional, bukan bahan habis pakai. b. B. Operasional Rp 2.600.000, seharusnya max 1.000.000 b. B. Lain-lain + HAKI Rp 600.000, seharusnya max 500.000 c. Total kelebihan anggaran = Rp 1.700.000 ============== 2: CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN KELUARGA DENGAN PERSPEKTIF TEORI KEAGENAN 1. Terminologi perusahaan manufaktur sudah tidak digunakan. Tolong lihat klasifikasi industri terbaru yang dibuat oleh OJK. 2. Jumlah populasi belum dinyatakan jumlahnya. 3. Anggaran biaya: a. B. Operasional Rp 6.000.000, seharusnya max 3.000.000 b. Honor Rp 5.000.000, seharusnya max 4.500.000 c. Total kelebihan anggaran = Rp 3.500.000 ============= ==============